Kata-kata Bijak 21 s/d 36 dari 36.
-
Cewek-cewek zaman sekarang ya, kalo nggak kode, kepo!
Secangkir Kopi dan Pencakar Langit― Aqessa Aninda -
Dengan Satrya, ia tidak hanya menatap sebuah punggung. Dengan Satrya, ia tinggal meraih uluran tangan Satrya.
Secangkir Kopi dan Pencakar Langit― Aqessa Aninda -
Kalau boleh memilih, lebih enak dicintai daripada mencintai. Tapi, kadang tidak bisa memilih siapa yang akan kamu cintai dan siapa yang akan mencintai kamu.
Secangkir Kopi dan Pencakar Langit― Aqessa Aninda -
Karena semua yang instan itu nggak indah.
Secangkir Kopi dan Pencakar Langit― Aqessa Aninda -
Pada dasarnya setiap perempuan suka diperhatikan, bukan?
Secangkir Kopi dan Pencakar Langit― Aqessa Aninda -
Sesuatu yang dipaksakan tidak akan berbuah hal yang baik. Sesuatu yang instan tidak akan terasa luar biasa. Butuh satu sama lain untuk saling menguatkan. Kalau salah satunya saja tidak kuat, bagaimana mau menguatkan yang lain?
Secangkir Kopi dan Pencakar Langit― Aqessa Aninda -
Tapi di dunia yang sempit itu, tetap saja hati Ghilman tidak bisa menemukan hati Athaya.
Secangkir Kopi dan Pencakar Langit― Aqessa Aninda -
Apakah dicintai duluan lebih baik daripada mencintai tetapi menunggu?
Secangkir Kopi dan Pencakar Langit― Aqessa Aninda -
Bagi aku separuh bebanmu, Ta, agar kamu tidak memikulnya sendirian.
Secangkir Kopi dan Pencakar Langit― Aqessa Aninda -
But people are just people. Mereka suka berkomentar tanpa melihat kedua sisi.
Secangkir Kopi dan Pencakar Langit― Aqessa Aninda -
Dicintai duluan memang lebih menyenangkan, tapi kalaupun kita mencintai duluan sebelum dicintai, rasanya dicintai itu jadi terasa tidak begitu penting, ya?
Secangkir Kopi dan Pencakar Langit― Aqessa Aninda -
Jadi, intinya meski dicintai menyenangkan, mencintai itu rasanya luar biasa, ya?
Secangkir Kopi dan Pencakar Langit― Aqessa Aninda -
Jangan penuhi hati lo dengan marah dan dendam. Ngak sehat. Ikhlasin. Lo pasti dapet yang lebih baik nanti.
Secangkir Kopi dan Pencakar Langit― Aqessa Aninda -
Kalau ada apa-apa, aku akan selalu ada buat kamu, Ta. Teleponku nyala 24 jam buat kamu. Jangan nggak enak untuk minta tolong, ya.
Secangkir Kopi dan Pencakar Langit― Aqessa Aninda -
Kalau ada yang bilang bahwa laki-laki dan perempuan tidak akan pernah bisa berhasil menjadi sepasang sahabat, mungkin ada benarnya. Toh, persahabatan antara laki-laki dan perempuan memang sudah rusak ketika salah satunya terbawa perasaan lebih, bukan?
Secangkir Kopi dan Pencakar Langit― Aqessa Aninda -
Tuhan nggak ngasih cobaan kalau hambanya nggak bisa lewati.
Secangkir Kopi dan Pencakar Langit― Aqessa Aninda
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Secangkir Kopi dan Pencakar Langit dari Aqessa Aninda akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 2)
Lihat semua kata-kata bijak dari Aqessa Aninda
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261
Pramoedya Ananta Toer
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.