Kata-kata Bijak dari Aqessa Aninda sama hidup

Aqessa Aninda

Aqessa Aninda

Penulis dari Indonesia

Kategori: Penulis (Modern) Negara: FlagIndonesia

Tentang Aqessa Aninda

Aqessa Aninda merupakan seorang penulis kelahiran jakarta, 17 Februari 1992. Selain sebagai penulis, ia juga berprofesi sebagai IT programmer analyst di sebuah perusahaan asuransi.

Dua buah karyanya yang telah dibukukan adalah "Secangkir Kopi dan Pencakar Langit", serta "Satu Ruang". Tulisan fiksi lainnya dapat dilihat di Wattpad dengan akun @fairywoodpaperink.

  • Ada momen di mana cowok suka mendadak jadi ganteng.
  • Tidak ada yang mengerti. Kadang cinta berwujud ciuman atau pelukan. Kadang cinta hanya berwujud dalam sebuah doa. Dan tak banyak yang menyadarinya.
  • Orang emang suka gitu kadang. Menganggap apa yang mayoritas sukai lebih benar daripada minoritas.
  • Kata orang, menggenggam cinta itu seperti menggenggam pasir, jangan terlalu erat, nanti perlahan terempas.
  • Kadang kita terlalu sibuk untuk tumbuh dewasa dan lupa bahwa orangtua kita juga beranjak tua.
  • Kadang sebagai sahabat, kita perlu memberi sahabat kita privasi untuk dirinya sendiri.
  • Jangan malu punya selera yang nggak biasa.
  • Hidup itu nggak sempurna, bahwa kenikmatan itu kadang juga merupakan cobaan tersendiri buat orang lain.
  • Karena kesempatan itu dibuat bukan ditunggu.
  • Cari pasangan lalu menikah bukan hanya soal memindahkan tanggung jawab. Harus cocok, harus nyaman, harus punya visi misi yang sama.
  • Sesuatu yang dipaksakan tidak akan berbuah hal yang baik. Sesuatu yang instan tidak akan terasa luar biasa. Butuh satu sama lain untuk saling menguatkan. Kalau salah satunya saja tidak kuat, bagaimana mau menguatkan yang lain?
  • But people are just people. Mereka suka berkomentar tanpa melihat kedua sisi.
  • Ini adalah bagian pertama dari kisah klasik di antara 4 orang yang saling mencari, ada 3 pintu yang terketuk, 2 orang yang kehilangan dan terjebak dengan bayangan masa lalu, serta 1 pertanyaan tentang berbagi ruang.
  • Emang otak gue chiki apa, isinya angin doang?!
  • Ketenaran di social media bukan segalanya.
  • Cara terburuk kehilangan seseorang adalah ketika mereka pergi secara mendadak. Kalau secara mendadak, kadang rasanya mendadak hampa, hilang, kosong, lalu baru terasa sakitnya beberapa minggu kemudian.
+13

Kata-kata Bijak 1 s/d 8 dari 8.

  • Sementara Sabrina mengingatkan Satrya pada sebuah sosok dari masa lalu. Gadis itu penuh semangat, humoris, dan baik hati. Matanya begitu hidup setiap kali ia menceritakan hal yang ia sukai.
    Aqessa Aninda
    - +
    +4
  • Kita semua harus siap dengan perban masing-masing untuk mengobati luka. Sama kayak jaringan kulit dan tubuh kita, hidup akan menyembuhkan dengan sendirinya.
    Aqessa Aninda
    - +
    +2
  • Lucu ya, kadang orang punya tujuan hidup ke mana tapi nggak tahu apa yang sebenarnya dicari.
    Aqessa Aninda
    - +
    +2
  • Hidup itu nggak sempurna, bahwa kenikmatan itu kadang juga merupakan cobaan tersendiri buat orang lain.
    Aqessa Aninda
    - +
    +1
  • Hidup terlalu indah untuk kamu lewati.
    Aqessa Aninda
    - +
    +1
  • Kadang orang punya tujuan hidup kemana tapi nggak tahu apa yang sebenarnya dicari.
    Aqessa Aninda
    - +
     0
  • Kamu nggak bisa menyalahkan orang lain, orang nggak akan bisa masuk ke hidup kamu kalau kamu bukan yang mengizinkannya duluan.
    Aqessa Aninda
    - +
     0
  • Lagian apa sih bedanya tahun baru? Hidup juga berputar gitu-gitu aja. Bikin perubahan di tengah tahun atau akhir tahun juga nggak ada bedanya, kan?
    Aqessa Aninda
    - +
    -1
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Aqessa Aninda sama hidup akan selalu Anda temukan di JagoKata.com

Tanya Jawab

Apa kutipan paling terkenal dari Aqessa Aninda?

Dua kutipan paling terkenal dari Aqessa Aninda adalah:

  • "Sementara Sabrina mengingatkan Satrya pada sebuah sosok dari masa lalu. Gadis itu penuh semangat, humoris, dan baik hati. Matanya begitu hidup setiap kali ia menceritakan hal yang ia sukai."
  • "Kita semua harus siap dengan perban masing-masing untuk mengobati luka. Sama kayak jaringan kulit dan tubuh kita, hidup akan menyembuhkan dengan sendirinya."

Apa saja buku terkenal karya Aqessa Aninda?

Beberapa buku terkenal karya Aqessa Aninda adalah "Satu Ruang", "Secangkir Kopi dan Pencakar Langit" dan "Dua Jejak".