Kata-kata Bijak 1 s/d 20 dari 32.
-
Cara setiap orang beda-beda, Mas, untuk menenangkan diri. Tolong Mas hargai jalan yang dipilih Kinan. Dia yang tau dirinya sendiri. Kita cuma bisa kasih saran, dia yang memutuskan. Sebagai teman lo, gue mau ngingetin, lo kan udah move on. Lebih baik lo nggak usah terlalu memikirkan Kinan. Dia juga nggak pernah merespons elo, kan? don’t waste your time, Mas.
Dua Jejak― Aqessa Aninda -
Gue nggak ada waktu buat ngeladenin orang yang cuma ngasih status kepemilikan doang! Emangnya gue tanah sengketa apa?
Dua Jejak― Aqessa Aninda -
Kadang kita boleh saja menjadi sedikit egois untuk memenangkan diri kita sendiri. Karena kalau bukan kita sendiri yang menyayangi dan mementingkan diri kita, siapa lagi? Kita nggak bisa menunggu orang lain yang melakukan itu.
Dua Jejak― Aqessa Aninda -
Kalo kenangan yang membandel ngatasinnya pake apa?
Dua Jejak― Aqessa Aninda -
Kita semua harus siap dengan perban masing-masing untuk mengobati luka. Sama kayak jaringan kulit dan tubuh kita, hidup akan menyembuhkan dengan sendirinya.
Dua Jejak― Aqessa Aninda -
Kita sering lupa, terlalu sibuk, mencari cinta dari seseorang, padahal cinta itu selalu ada di sekitar kita.
Dua Jejak― Aqessa Aninda -
Dasar lelaki dispenser! Bisa hangat dan dingin di saat yang bersamaan.
Dua Jejak― Aqessa Aninda -
Dunia tuh nggak sempit, elonya aja yang main di situ-situ doang!
Dua Jejak― Aqessa Aninda -
Kadang move on memang harus dibantu orang lain.
Dua Jejak― Aqessa Aninda -
Karena memutuskan berkomitmen sama memiliih jatuh hati sama siapa itu beda perkara.
Dua Jejak― Aqessa Aninda -
Kita berusaha untuk jadi realistis, memilih jalan yang sesuai sama nalar dan yang kita pikir cocok. Tapi kita lupa, ternyata kalau memilih jalan untuk berhubungan sama orang lain, harus pakai perasaan juga. Perasaan itu jadi pelengkap dalam menjalani sesuatu.
Dua Jejak― Aqessa Aninda -
Lu mah kalo mau pacaran, pacaran aja!
Dua Jejak― Aqessa Aninda -
Orang selalu bilang bahwa galau soal cewek itu norak, lebay, nggak penting. Masalahnya, orang nggak tahu seberapa jauh seseorang sudah emotionall attached dengan orang lain. Dan betapa susahnya untuk bisa seperti itu dengan orang lain.
Dua Jejak― Aqessa Aninda -
Emang bahaya kadang bergaul sama orang-orang yang mulutnya macam Lambe Turah gini, kartu aib sehari-hari dipegang mereka semua!
Dua Jejak― Aqessa Aninda -
Emang otak gue chiki apa, isinya angin doang?!
Dua Jejak― Aqessa Aninda -
Jadian aja nggak pernah, gimana mau putus.
Dua Jejak― Aqessa Aninda -
Kalau ditinggal mati yaa.. sakit. Hilang. Kosong. Hampa. Pas nggak ada baru berasa, mau kangen juga nggak bakal ketemu. Marah cuma bisa sama Tuhan. Lagi sayang-sayangnya, kok Tuhan ambil? Tapi memang kita siapa marahin Tuhan? Mati bukan pilihan, tapi sudah takdir Tuhan.
Dua Jejak― Aqessa Aninda -
Kalau memang suka, kenapa nggak bilang suka aja sih?
Dua Jejak― Aqessa Aninda -
Kalo lo sepik-sepik iblis, ngapain dibales!
Dua Jejak― Aqessa Aninda -
Kamu nggak bisa menyalahkan orang lain, orang nggak akan bisa masuk ke hidup kamu kalau kamu bukan yang mengizinkannya duluan.
Dua Jejak― Aqessa Aninda
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Dua Jejak dari Aqessa Aninda akan selalu Anda temukan di JagoKata.com
Lihat semua kata-kata bijak dari Aqessa Aninda
Buku dari Aqessa Aninda:
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261
















Pramoedya Ananta Toer
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.