• Anna Quindlen Terkadang perubahan tiba-tiba datang bersamaan, dengan suara seperti api memegang kayu dan kertas kering, dengan raungan yang membubung di sekeliling Anda sehingga Anda tidak bisa mendengar diri Anda berpikir. Dan kemudian, ketika auman mereda, bahkan ketika api dilembabkan, semuanya berbeda.
    Asli: Sometimes change came all at once, with a sound like a fire taking hold of dry wood and paper, with a roar that rose around you so you couldn't hear yourself think. And then, when the roar died down, even when the fires were damped, everything was different.
    Anna Quindlen
    Penulis dari Amerika 1953 -
    - +
    +2
Loading......
Anna Quindlen - Terkadang perubahan tiba-tiba datang bersamaan, dengan suara seperti api memegang kayu dan kertas kering, dengan raungan yang membubung di sekeliling Anda sehingga Anda tidak bisa mendengar diri Anda berpikir. Dan kemudian, ketika auman mereda, bahkan ketika api dilembabkan, semuanya berbeda.
Terkadang perubahan tiba-tiba datang bersamaan, dengan suara seperti api memegang kayu dan kertas kering, dengan raungan yang membubung di sekeliling Anda sehingga Anda tidak bisa mendengar diri Anda berpikir. Dan kemudian, ketika auman mereda, bahkan ketika api dilembabkan, semuanya berbeda. dari : Anna Quindlen
X
forest hills-sunrise lake-forest mountains-with-lake plant-drops purple-flower river-forest road-with-clouds sky-stars straat-stad sun-over-waterfall yellow-wheat z-love-children-sun z-love-geliefdes-zon z-love-hands-sun z-love-hands z-love-leaves z-love-parijs z-love-small-hearts z-love-zwanen

Font size:

20 px 24 px 28 px 32 px 40 px 48 px

Font:

Arial TNR Verdana Courier New Comic Monospace

Warna:

Putih Beru Merah Kuning Hijau Hitam

Bayangan:

Tidak Putih Hitam
forest Terkadang perubahan tiba-tiba datang bersamaan, dengan suara seperti api memegang kayu dan kertas kering, dengan raungan yang membubung di sekeliling Anda sehingga Anda tidak bisa mendengar diri Anda berpikir. Dan kemudian, ketika auman mereda, bahkan ketika api dilembabkan, semuanya berbeda.
- Anna Quindlen JagoKata.com