Amir Hamzah
Penyair dari Indonesia
Hidup: 1911 - 1946
Kategori: Penyair (Modern) Negara:
Indonesia
Lahir: 28 Februari 1911 Meninggal: 20 Maret 1946
Kata-kata Bijak 1 s/d 11 dari 11.
-
Di bawah teduh engkau kembangkan
Aku berhenti memati hari
Pada bayang engkau mainkan
Aku melipur meriang hati― Amir Hamzah -
Terbuka bunga dalam hati!
Kembang rindang disentuh bibir-kesturi-mu.
Melayah-layah mengintip restu senyumanmu― Amir Hamzah -
Bagaimana aku menimbang
Kekasihku astana sayang
Ratu restu telaga sempurna
Kekasihku mengunci hati
Bagi tali disimpul mati.― Amir Hamzah -
Hati firdausi segera sentosa
Murtad merentak melaut topan
Naik kabut mengarang awan
menghalang cuaca nokta utama― Amir Hamzah -
Jangan percaya hembusan cedera
berkata tiada hanya dunia
tilikkan tajam mata kepala
sungkumkan sujud hati sanubari― Amir Hamzah -
Mari menari dara asmara Biar terdengar swara swarna Barangkali mati di pantai hati Gelombang kenang membanting diri.
― Amir Hamzah -
Nanar aku gila sasar
Sayang berulang padamu jua
Engkau pelik menarik ingin
Serupa dara dibalik tirai
Kasihmu sunyi
Menunggu seorang diri
Lalu waktu - bukan giliranku
Mati hati - bukan kawanku…― Amir Hamzah -
Hibuk mengamuk hati tergari
melolong meraung menyentak rentak
membuang merangsang segala petua
tiada percaya pada siapa― Amir Hamzah -
Terlihat ke bawah.
Kandil kemerlap
Melambai cempaka ramai tertawa
Hati duniawi melambung tinggi
Berpaling aku turun kembali.― Amir Hamzah
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Amir Hamzah sama hati akan selalu Anda temukan di JagoKata.com
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
W.S. Rendra
Penyair dari Indonesia 73 -
Lord George Byron
Penyair dari Inggris 71 -
Robert Frost
Penyair dari Amerika Serikat 70 -
Alfred Lord Tennyson
Penyair dari Inggris 56 -
Heinrich Heine
Penyair dari Jerman 56 -
Alexander Pope
Penyair dari Inggris 53 -
Wiji Thukul
Penyair dari Indonesia 48 -
Horatius
Penyair dari Romawi Kuno 46




















W.S. Rendra
Lord George Byron
Robert Frost
Alfred Lord Tennyson
Heinrich Heine
Alexander Pope
Wiji Thukul
Horatius