Ahmad Fuadi
Penulis dari Indonesia
Hidup: 1972 -
Kategori: Penulis (Modern) Negara:
Indonesia
Lahir: 30 Desember 1972
Kata-kata Bijak 21 s/d 40 dari 48.
-
Maan saara ala darbi washala. Sebuah konsistensi mengalahkan ketidakmungkinan.
Rantau satu Muara― Ahmad Fuadi -
Bagaimana kalau kita tidak pernah merasa memiliki? dan sebaiknya kita jangan terlalu merasa memiliki, sebaliknya kita malah yang harus merasa dimiliki. Oleh Sang Maha Pemilik.
Rantau Satu Muara― Ahmad Fuadi -
Hidup ini ibarat mengayuh biduk membelah samudra hidup. Selamanya akan naik-turun dilamun gelombang dan ditampar badai. Tapi aku tidak akan merengek pada air, pada angin, dan pada tanah. Yang membuat aku kukuh adalah aku tahu kemana tujuan akhirku di ujung cakrawala. Dan aku tahu aku tidak sendiri. Di atas sana, ada Tuhan yang menjadi tempat jiwa ragaku sepenuhnya bertumpu.
Rantau satu Muara― Ahmad Fuadi -
Kehilangan memang memilukan. Tapi kehilangan hanya ada ketika kita sudah merasa memiliki.
Rantau Satu Muara― Ahmad Fuadi -
Memang impian bisa jadi nyata tapi yang nyata bisa jadi hampa.
Rantau Satu Muara― Ahmad Fuadi -
Katanya ketika aku tanya bagaimana dia bisa tahu begitu banyak hal, seorang profesor yang selalu merasa dirinya seorang murid.
Rantau Satu Muara― Ahmad Fuadi -
Tentulah aku beruntung. Seandainya dia tahu dan merasakan bagaimana aku mengorbankan kenikmatan-kenikmatan sesaat untuk bisa sampai "beruntung".
Rantau satu Muara― Ahmad Fuadi -
Bahkan tersenyum saja sudah manfaat untuk menyenangkan hati orang yang melilhatnya.
Rantau Satu Muara― Ahmad Fuadi -
Carilah pekerjaan yang kamu cintai dan kamu tidak akan pernah lagi bekerja satu haripun sepanjang hayat.
Rantau Satu Muara― Ahmad Fuadi -
Kita awal mulanya makhluk rohani, yang kemudian diberi jasad fisik oleh Tuhan dengan tugas menghamba kepada Dia dan menjadi khalifah untuk kebaikan alam semesta. Kalau kedua peran ini bisa kita jalankan, aku yakin manusia dalam puncak bahagia.
Rantau Satu Muara― Ahmad Fuadi -
Perjuangan tidak boleh berakhir, bahkan ketika semua tampaknya akan gagal. Sebelum titik darah penghabisan, dan peluit panjang, tidak ada kata menyerah. Terus berjalan, terus maju, sampai tujuan.
Rantau satu Muara― Ahmad Fuadi -
Hidup ini seni menjadi. Menjadi hamba Tuhan, sekaligus menjadi penguasa alam.
Rantau Satu Muara― Ahmad Fuadi -
Kita berdua mungkin punya kesamaan, kita sedang berlari. Aku berlari menuju sesuatu. Kamu berlari menjauhi sesuatu.
Rantau satu Muara― Ahmad Fuadi -
Lalu kalau kalian sudah bekerja jangan puas jadi pegawai selamanya, tetapi punyailah pegawai.
Rantau Satu Muara― Ahmad Fuadi -
Manusia itu musuh terhadap apa yang dia tidak tahu.
Rantau Satu Muara― Ahmad Fuadi -
Membuat keputusan itu lebih baik daripada pasrah menunggu orang lain memutuskan hidupku.
Rantau satu Muara― Ahmad Fuadi -
Segalanya di dunia ini hanya pinjaman. Bahkan kita meminjam waktu dan nyawa kepada Yang Kuasa.
Rantau Satu Muara― Ahmad Fuadi -
Tapi kita harus siap dan sadar sepenuhnya, bahwa sang Pemilik setiap saat bisa meminta kembali milik Nya. Karena itu kenapa harus merasa sangat memiliki?
Rantau Satu Muara― Ahmad Fuadi -
Temukan apa yang ingin kamu lakukan dan lakukan itu.
Rantau Satu Muara― Ahmad Fuadi -
Tuhan itu memang Maha Memilihkan yang terbaik buat siapa saja yang melihat dengan hati terbuka.
Rantau satu Muara― Ahmad Fuadi
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Rantau satu Muara dari Ahmad Fuadi akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 2)
Lihat semua kata-kata bijak dari Ahmad Fuadi
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261
Pramoedya Ananta Toer
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.