Kata-kata Bijak 1 s/d 8 dari 8.
-
...pohon itu sama dengan dirinya; hidup di bumi sekadar pelengkap bagi lagu sunyi.
Pusara Ibu Enju― A. Warits Rovi -
Matanya terpejam. Helai-helai rambut legam menjuntai dari selembar kain jilbab yang ia kenakan.
Pusara Ibu Enju― A. Warits Rovi -
Ada tangis mengiris senyap senja, angin menyaput dengan wangi kamboja.
Pusara Ibu Enju― A. Warits Rovi -
Betapa daun-daun yang tanggal sama dengan air matanya, selalu setiap hari.
Pusara Ibu Enju― A. Warits Rovi -
Angin mulai pelan, saat tepat matahari karam ke balik barisan pohon siwalan.
Pusara Ibu Enju― A. Warits Rovi -
Sehelai rambutnya menjuntai di kedua matanya yang bengkak karena tangis dahsyat.
Pusara Ibu Enju― A. Warits Rovi -
Suaranya terpantul merdu menunggang angin, dilengkapi ritme suara lesapan kembang kemboja yang tanggal bertapak ke tanah.
Pusara Ibu Enju― A. Warits Rovi -
Ia rela duduk menunggu meski alam kian kelam hanya diterangi sesabit bulan.
Pusara Ibu Enju― A. Warits Rovi
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Pusara Ibu Enju dari A. Warits Rovi akan selalu Anda temukan di JagoKata.com
Lihat semua kata-kata bijak dari A. Warits Rovi
Buku dari A. Warits Rovi:
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261














Pramoedya Ananta Toer
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.